Senin, 12 Maret 2012

Para CEO Terbaik Sepanjang Sejarah Perusahaan AS



Henry Ford
Dia bilang : Menyetirlah! Dan Amerika mendengarkannya dan mengikuti perkataannya. Henry Ford merupakan ayah dari ban berjalan modern dan mengubah dunia saat ia meluncurkan produk otomotif Model T dengan harga murah – harga produk ini sebesar 260 dolar di tahun 1924. Produksi Model T telah menimbulkan histeria permintaan terhadap mobil. Pada tahun 1914 Ford mengambil sebuah langkah controversial yang terbukti berhasil dengan meningkatkan upah buruhnya sebesar dua kali lipat menjadi 5 dolar per hari. Langkah ini telah mengurangi turnover pekerja, meningkatkan produktivitas, dan berhasil mencuri hati para insinyur dan mekanik terbaik di AS.

Henry Ford memulai perusahaan produsen mobilnya hanya dengan modal sebesar 28,000 dolar. Pada tahun 1918 setengah dari mobil yang dikendarai oleh masyarakat AS merupakan Model T produksi perusahaannya. Itulah yang kami sebut return on investment.

J.P. Morgan
J.P. Morgan adalah seorang jenius keuangan. Bahkan Warren Buffett sang Peramal dari Omaha yang dianggap sebagai jenius keuangan saat ini belum apa-apa dibandingkan pria yang memiliki nama lengkap John Pierpont Morgan ini. Tercatat dua kali J.P mem-bail outDepartemen Keuangan AS. Pada periode depresi ekonomi tahun 1895 J.P.Morgan menyediakan emas senilai 65 juta dolar bagi Departemen Keuangan dengan jaminan obligasi pemerintah. Ia kembali menjadi dewa penyelamat pada tahun 1907.

Atas jasa-jasanya menyelamatkan ekonomi J.P.Morgan diabadikan menjadi sebuah kata dalam bahasa Inggris. Pada awal periode 1990-an sebuah proses penyelamatan perusahaan dikenal dengan istilah morganization

John D. Rockefeller
Sulit menemukan orang yang menyandang predikat monopolis sekaligus philantropis yang dapat menyaingi Rockefeller. Sementara ia memberikan banyak sumbangan kepada masyarakat miskin dengan sangat murah hati, Rockefeller memperoleh kerajaan bisnisnya melalui penghancuran, pemotongan, dan akuisisi agresif terhadap perusahaan-perusahaan rivalnya. Dalam periode pendek selama dua bulan di tahun 1872, Standard Oil, perusahaan miliknya telah berhasil mencaplok 22 dari 26 perusahaan minyak di Cleveland, tempat bermarkasnya perusahaan minyak tersebut untuk pertama kalinya. Hingga tahun 1879 Standard Oil telah menguasai 90% pasar untuk penyulingan minyak dan nyaris control penuh terhadap industry minyak di AS.

Rockefeller sempat mencapai puncak kejayaannya di tahun 1912 di mana nilai kekayaannya mencapai 900 juta dolar (19 miliar dolar untuk nilai uang saat ini). Akan tetapi pada saat ia meninggal dunia di tahun 1937 ia telah memberikan hampir seluruh kekayaannya kepada para ahli waris dan untuk amal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar